Sunday, March 11, 2007
Aku tidak mengerti kenapa ada orang yang begitu menyiakan hidupnya. Berkata lebih baik sakit yang sembuhkan sakit, susun menyusun biar hadir yang namanya mati. Tidakkah dia tahu tujuan hidupnya? Tidakkah dia sadar tiap langkah kecil, besar, pendek, panjang, maupun langkah terjungkalnya memberi makna di hidup orang lain? Bahwa daun maple yang berguguran pun punya arti, begitulah dia dalam hidupnya dan mereka, tanpa kembali memperhitungkan aku ini siapa.
Thursday, March 08, 2007
Hari ini aku menyadari satu hal baru lagi. Mungkin konsepnya sudah masuk ke pabrik otak sedari beberapa saat yang lampau, tapi outputnya baru keluar sekarang.
Tidak semua yang cocok saling menyukai, apalagi mencintai. Walaupun harus diakui kansnya cukup besar.
Tidak semua yang saling mencintai, saling cocok adanya.
Bisa jadi cinta itu tumbuh karna ketertarikan (hasrat). Bisa jadi yang dicintai adalah bagaimana mereka bersikap kepada kita. Lalu bagaimana dengan orangnya secara pribadi? Bisa jadi bangsat, bisa jadi labil, bisa jadi pembunuh. Yah, pernah mendengar bukan bagaimana seorang manusia paling jahat di dunia tidak mungkin memberikan ular pada anaknya ketika sang anak minta makan? Itulah kekuatan cinta.
Tak kenal maka tak sayang. Kalau memang kita mencintai seseorang karena perlakuan baik mereka terhadap kita, lalu apa yang harus dilakukan? Mungkin opsinya adalah mengenal nilai-nilai baik yang ada pada orang tersebut. Menurutku tidak ada orang terlahir baik ataupun terlahir jahat. Yang ada hanyalah orang terlahir dengan hati nurani.
Hati-hati sekali dengan hati nuranimu. Sekalinya hal paling kuat itu kau bengkokkan bagai baja dengan kekuatan ‘kopeh’ dirimu, mungkin hati nurani tidak akan pernah tegak lurus sempurna adanya.
Tidak semua yang cocok saling menyukai, apalagi mencintai. Walaupun harus diakui kansnya cukup besar.
Tidak semua yang saling mencintai, saling cocok adanya.
Bisa jadi cinta itu tumbuh karna ketertarikan (hasrat). Bisa jadi yang dicintai adalah bagaimana mereka bersikap kepada kita. Lalu bagaimana dengan orangnya secara pribadi? Bisa jadi bangsat, bisa jadi labil, bisa jadi pembunuh. Yah, pernah mendengar bukan bagaimana seorang manusia paling jahat di dunia tidak mungkin memberikan ular pada anaknya ketika sang anak minta makan? Itulah kekuatan cinta.
Tak kenal maka tak sayang. Kalau memang kita mencintai seseorang karena perlakuan baik mereka terhadap kita, lalu apa yang harus dilakukan? Mungkin opsinya adalah mengenal nilai-nilai baik yang ada pada orang tersebut. Menurutku tidak ada orang terlahir baik ataupun terlahir jahat. Yang ada hanyalah orang terlahir dengan hati nurani.
Hati-hati sekali dengan hati nuranimu. Sekalinya hal paling kuat itu kau bengkokkan bagai baja dengan kekuatan ‘kopeh’ dirimu, mungkin hati nurani tidak akan pernah tegak lurus sempurna adanya.
Sunday, March 04, 2007
Apa yang kau lakukan dalam kesendirian, dalam rasa sakit dan kehilangan?
Jawabannya akan mencerminkan siapa dirimu, tingkat kematangan, kestabilan emosional, komitmen dari tujuan semula.
Aku belajar menikmati hal yang dahulu terasa remeh. Berlama-lama di kampus setelah mengajar, bercakap dengan office boy, makan siang dengan beberapa mahasiswa.
Hal-hal yang tergeletak tanpa kurasa dulu punya waktu untuk memungutnya; senyuman petugas parkir, sapaan penjaga toilet, monolog Wimar Witoelar di Djakarta.
Aku meraba senyum dan mulai belajar tertawa, mungkin seperti pertama kalinya. Mungkin karena tidak ada hal lain yang mampu, mungkin karena aku benar-benar tidak punya pilihan.
Mungkin kali ini aku hanya ingin berkomitmen dengan aku sendiri...
Hati-hati Tiara, jangan sembarangan menitipkan hatimu.
Jawabannya akan mencerminkan siapa dirimu, tingkat kematangan, kestabilan emosional, komitmen dari tujuan semula.
Aku belajar menikmati hal yang dahulu terasa remeh. Berlama-lama di kampus setelah mengajar, bercakap dengan office boy, makan siang dengan beberapa mahasiswa.
Hal-hal yang tergeletak tanpa kurasa dulu punya waktu untuk memungutnya; senyuman petugas parkir, sapaan penjaga toilet, monolog Wimar Witoelar di Djakarta.
Aku meraba senyum dan mulai belajar tertawa, mungkin seperti pertama kalinya. Mungkin karena tidak ada hal lain yang mampu, mungkin karena aku benar-benar tidak punya pilihan.
Mungkin kali ini aku hanya ingin berkomitmen dengan aku sendiri...
Hati-hati Tiara, jangan sembarangan menitipkan hatimu.
Sunday, February 18, 2007

Akhir-akhir ini saya selalu mendapat bayangan kematian yang mengenaskan. Entah terpeleset di kamar mandi lalu kepala terantuk lantai, mengalami tabrakan mobil dengan tronton sehingga badan hancur dan kepala hilang, bla bla bla!
Apa rasanya ya mati muda?
ket : gambar paling atas entah kenapa kutemukan, berjudul DIE MISERABLE. Hmm....
Monday, February 12, 2007
Menulis Terus Terang
Kau minta aku menulis prosa; gancaran aku lebih suka menyebutnya. Itu sama saja kau memintaku mengaku dosa. Ataukah ini sudah jatuh bulan April sehingga antrian panjang di depan bilik gereja sudah dimulai lagi? Benar, benar kau minta aku menulis untukmu? Akan kutuliskan suatu bantahan luar biasa, mengenai hal-hal muskil yang rupanya benar-benar terus terang.
Aku ingin melihat lagi terang kamar jadi buta, gelap yang hening tak mencekam. Biar aku bisa kembali menuangkan rasa yang sudah terlalu lama kusimpan. Biar malam yang berhenti di pukul 12 ini, seramai kawasan Gelora Bung Karno. Aku gelar kembali semua lipatan beserta isinya, kupaparkan begitu saja dengan terus terang. Betapa aku merindumu, yang selalu hadir di tiap tenang.
Aku ingin melihat lagi terang kamar jadi buta, gelap yang hening tak mencekam. Biar aku bisa kembali menuangkan rasa yang sudah terlalu lama kusimpan. Biar malam yang berhenti di pukul 12 ini, seramai kawasan Gelora Bung Karno. Aku gelar kembali semua lipatan beserta isinya, kupaparkan begitu saja dengan terus terang. Betapa aku merindumu, yang selalu hadir di tiap tenang.
Wednesday, January 31, 2007
Pasangan Buta yang Setia
Untuk pertama kalinya aku berhenti di ruas jalan yang kukenal seperti telapak tanganku. Di tengah gerimis yang lagi-lagi tak ramah, pandanganku jatuh padanya. Lelaki tua yang duduk begitu saja di pinggir jalan, dengan mata yang tertutup, entah pagi siang pun malam. Dia mungkin terlahir buta atau bila dia beruntung (sekaligus sial) hilang pengelihatannya baru jatuh pada tahun kesekian hidupnya. Pernah mengecap paparan sinar matari yang kian mencecar, namun tak menghakimi.
Aku mereka ulang kejadian ini di tempat duduk yang sama, penggalan sendja yang sama, hari yang kembali Rabu. Sofanya masih terasa empuk, walau entah ada sisi dalam tubuhku yang nyeri sejadi-jadinya.
Kembali ke lelaki tua itu. Konon kabarnya ia selalu duduk disana sampai sendja yang indah usai mempesona mereka-mereka yang bisa melihat. Saat itulah isterinya akan datang, turun dari sebuah angkutan yang sesak-sesakan, mirip kaleng sarden. Tiap sendja yang sama, sang isteri turun tanpa perlu dibimbing, karena ia ingat kaki mana yang harus turun terlebih dahulu, tanpa perlu melihatnya. Ya, isteri lelaki tua itu juga buta. Keajaiban memang, mereka berdua menjalani rutinitas itu tiap hari. Sepertinya alam yang ingatkan mereka, karna waktu memang nyaris selalu kurang ajar, apalagi pada mereka yang tidak bisa melihat putaran jam. Keajaiban memang, konon anak mereka yang jumlahnya tiga itu, terlahir sempurna tanpa cacat mata.
Aku masih disini, hanya saja tidak minum kopi. Aku minum Equil yang katanya impor, diberi strata lebih tinggi dari Aqua, Ades...atau A-lainnya. Sudah waktunya minum obat, walau tak jelas apa nanti masih ingat makan.
Lelaki tua itu selalu setia. Tak perduli suatu apapun, mereka berdua selalu setia. Teringat tadi kata Raden tentang pacar kakaknya yang dikatakan bitchy.
Dia berkata, ”Itu kan masa lalu, semua orang bisa berubah.”
Lalu kataku, ”Itu memang pilihan orang ya den, dulu tidak menjamin kini. Kini tidak menjamin masa depan. Dulu pernah brengsek, sekarang bisa tidak. Ke depannya pun bisa iya ATAU tidak. Pilihan itu mahal harganya karena tidak bisa mundur.”
Jadi aku yang masih disini, mungkin tidak ada seperempatnya pasangan buta itu. Tapi aku sudah setia dan ingin terus setia. Pilihanmu aku hargai dan aku juga akan jalani pilihanku.
Sendja mungkin akan berbeda esok dan esokannya lagi. Tapi aku akan tetap disini, menunggu dan setia.
Ps : tentang lelaki tua tadi, untuk pertama kalinya aku turun di hari hujan, memberi uang seadanya tepat di genggaman tangannya. Ya, aku meraih tangannya untuk membukanya, agar kebahagiaan sedikit tertular ke aku. Agar kesabaran dan penantian(nya) mendewasakanku.
Aku mereka ulang kejadian ini di tempat duduk yang sama, penggalan sendja yang sama, hari yang kembali Rabu. Sofanya masih terasa empuk, walau entah ada sisi dalam tubuhku yang nyeri sejadi-jadinya.
Kembali ke lelaki tua itu. Konon kabarnya ia selalu duduk disana sampai sendja yang indah usai mempesona mereka-mereka yang bisa melihat. Saat itulah isterinya akan datang, turun dari sebuah angkutan yang sesak-sesakan, mirip kaleng sarden. Tiap sendja yang sama, sang isteri turun tanpa perlu dibimbing, karena ia ingat kaki mana yang harus turun terlebih dahulu, tanpa perlu melihatnya. Ya, isteri lelaki tua itu juga buta. Keajaiban memang, mereka berdua menjalani rutinitas itu tiap hari. Sepertinya alam yang ingatkan mereka, karna waktu memang nyaris selalu kurang ajar, apalagi pada mereka yang tidak bisa melihat putaran jam. Keajaiban memang, konon anak mereka yang jumlahnya tiga itu, terlahir sempurna tanpa cacat mata.
Aku masih disini, hanya saja tidak minum kopi. Aku minum Equil yang katanya impor, diberi strata lebih tinggi dari Aqua, Ades...atau A-lainnya. Sudah waktunya minum obat, walau tak jelas apa nanti masih ingat makan.
Lelaki tua itu selalu setia. Tak perduli suatu apapun, mereka berdua selalu setia. Teringat tadi kata Raden tentang pacar kakaknya yang dikatakan bitchy.
Dia berkata, ”Itu kan masa lalu, semua orang bisa berubah.”
Lalu kataku, ”Itu memang pilihan orang ya den, dulu tidak menjamin kini. Kini tidak menjamin masa depan. Dulu pernah brengsek, sekarang bisa tidak. Ke depannya pun bisa iya ATAU tidak. Pilihan itu mahal harganya karena tidak bisa mundur.”
Jadi aku yang masih disini, mungkin tidak ada seperempatnya pasangan buta itu. Tapi aku sudah setia dan ingin terus setia. Pilihanmu aku hargai dan aku juga akan jalani pilihanku.
Sendja mungkin akan berbeda esok dan esokannya lagi. Tapi aku akan tetap disini, menunggu dan setia.
Ps : tentang lelaki tua tadi, untuk pertama kalinya aku turun di hari hujan, memberi uang seadanya tepat di genggaman tangannya. Ya, aku meraih tangannya untuk membukanya, agar kebahagiaan sedikit tertular ke aku. Agar kesabaran dan penantian(nya) mendewasakanku.
Thursday, January 25, 2007
Kota Kembang di kala Weekend!
Pekan lalu baru ngerasain yang namanya Bandung tidak bersahabat dengan pendatang. Bukan apa-apa. Emang salah juga sih gak persiapan, mau nginep weekend di Bandung kok cuek beibeh. Tapi tetep aja, kalo gak pernah ngerasain ya gak tau..hihihihi. Dari Hyatt, Grand Aquilla, Bilique, Guci, dan kira-kira lima tambahan hotel lainnya mereject kami. "kamar penuh," tertera mesra di sepotong papan pengumuman di pintu masuk parkiran. Ah, bahkan mereka tidak mau membuang waktu untuk melihat kami parkir, sibuk tanya ini itu, coba-coba merayu, dan akhirnya memutar kendaraan.
Beruntung akhirnya masih ada penginapan mungil nan hangat yang mempunyai kamar kosong. Namanya Rumah Asri, dekat Setraduta. Harganya pun mengamankan dahi tetap licin tak berkerut. Ratenya mulai dari 250 ribu dan kondisi kamarnya jauh dari dugaan aka melegakan. Thanks for the proper bathroom hahaha..pokoknya nyaman banget deh, ada free breakfast pula dan tersedia bacaan-bacaan gratis macam Economics hingga komik-komik jaman baheula.
Keesokan pagi sebelum mengadakan acara di Tobucil, akhirnya kami mencari jalan. Jalan menuju Roma? Jalan kenangan? Yaaahh, abis rada buta Bandung jadi untuk menemukan toko komik wayang dalam hitungan menit kan rada susah tuh siangnya, pasti macet. Untungnya ancer-ancer tukang becak yang tadinya mau nebeng lumayan akurat, jadilah kita menemukan Jalan Ibu Inggit..! Bujubuneng harga komik wayang karangan Kosasih bisa 235 ribu gitu totalnya. Ckckck...apa komik-komik di kamar abangku digarong aja yaa..hahaha
Trip selanjutnya adalah menjajal bubur ayam Oyo yang ternyata sedikit mengecewakan. Tapi terhibur oleh semangat berapi-api *yey, ketemu cikal bakal bisnis baru* karna rasa yang aduhai meresap lewat kecapan lidah, asalnya dari bubur organik yang terdapat di jalan Padjajaran no 50. Sungguh mencengangkan! =)
Beruntung akhirnya masih ada penginapan mungil nan hangat yang mempunyai kamar kosong. Namanya Rumah Asri, dekat Setraduta. Harganya pun mengamankan dahi tetap licin tak berkerut. Ratenya mulai dari 250 ribu dan kondisi kamarnya jauh dari dugaan aka melegakan. Thanks for the proper bathroom hahaha..pokoknya nyaman banget deh, ada free breakfast pula dan tersedia bacaan-bacaan gratis macam Economics hingga komik-komik jaman baheula.
Keesokan pagi sebelum mengadakan acara di Tobucil, akhirnya kami mencari jalan. Jalan menuju Roma? Jalan kenangan? Yaaahh, abis rada buta Bandung jadi untuk menemukan toko komik wayang dalam hitungan menit kan rada susah tuh siangnya, pasti macet. Untungnya ancer-ancer tukang becak yang tadinya mau nebeng lumayan akurat, jadilah kita menemukan Jalan Ibu Inggit..! Bujubuneng harga komik wayang karangan Kosasih bisa 235 ribu gitu totalnya. Ckckck...apa komik-komik di kamar abangku digarong aja yaa..hahaha
Trip selanjutnya adalah menjajal bubur ayam Oyo yang ternyata sedikit mengecewakan. Tapi terhibur oleh semangat berapi-api *yey, ketemu cikal bakal bisnis baru* karna rasa yang aduhai meresap lewat kecapan lidah, asalnya dari bubur organik yang terdapat di jalan Padjajaran no 50. Sungguh mencengangkan! =)
Thursday, January 18, 2007
Keran wacanaku yang mampet mendapat semacam pelepasan tadi. Bertemu dengan Ochan memang selalu mengembangkan satu jadi dua, dua mengurai jadi satu dan satu, hingga satu dan dua tidak ada hubungannya sama sekali.
Dia melontarkan zero barriers saat mengungkit pertanyaan yang lalu jadi bola salju yang luar biasa raksasa. Apa alasan seorang Tiara belum menikah, mungkin aku saja yang tidak mau. Funny thing, my dear...that's not the reason, that's not the reason at all =)
Dia melontarkan zero barriers saat mengungkit pertanyaan yang lalu jadi bola salju yang luar biasa raksasa. Apa alasan seorang Tiara belum menikah, mungkin aku saja yang tidak mau. Funny thing, my dear...that's not the reason, that's not the reason at all =)
Friday, January 12, 2007
keinginan yang sederhana
Kemarin saya berkenalan dengan Adriani Sumampouw, seorang penulis dan editor, yang juga bekerja sebagai konsultan independen. Seusia ibu saya, kelahiran tahun 1956 dan beliau saat ini sudah menelurkan beberapa buku. Salah satunya adalah Indonesia Tanpa Pagar dan Cakaranku.
Adriani atau biasa dipanggil Ani, adalah pribadi dengan persilangan dua hal. Setidaknya ini yang nyata dalam puluhan menit kita berbincang. Menado yang sangat menado dan seorang komunikator. Oke, ciri seorang komunikator mungkin jelas, tapi pasti timbul sekarung pertanyaan...seperti apa sih menado yang benar-benar menado?
Sebagai orang menado, saya memang bisa merasakan chemistry-nya. Yaitu gaya bicara yang blak-blakan, straight to the point, piawai meninggikan lawan bicara, sedikit mendominasi pembicaraan, tegas dan membuat kalimat yang mengalir seperti stacatto. Selalu ada tanda seru di akhirnya! Menado yang benar-benar menado, adalah mereka yang proud akan dirinya sendiri, hanya selevel di bawah pongah. Mungkin itu sebabnya mereka selalu self confindence menggunakan pakaian ungu-ungu, merah-merah, putih-putih, tidak perduli cocok atau tidak dengan kulit dan bentuk badannya.
Ada beberapa topik menarik yang terlontar. Mengenai orang tua dan anaknya. Saya sebagai anak selalu berpikir dan menggali data dari teman-teman. Menurut kami yang seumur hidup baru menjadi anak, belum pernah jadi orang tua, pasti besar sekali keinginan orang tua terhadap anaknya. Ada yang mengarahkan anaknya yang baru berumur 3,5 tahun untuk bermain musik. Ada yang menganggap remeh pekerjaan asuransi yang dikerjakan anaknya. Ada yang ingin anaknya masuk jurusan yang aman saja, seperti manajemen contohnya.
Selalu ada saja keinginan itu, dan tentu saja turunannya seperti kelinci beranak. Itu menurut kami, sebagai anak. TAPI, rupanya sangat sederhana keinginan orang tua. Mau tahu? =)
Adriani atau biasa dipanggil Ani, adalah pribadi dengan persilangan dua hal. Setidaknya ini yang nyata dalam puluhan menit kita berbincang. Menado yang sangat menado dan seorang komunikator. Oke, ciri seorang komunikator mungkin jelas, tapi pasti timbul sekarung pertanyaan...seperti apa sih menado yang benar-benar menado?
Sebagai orang menado, saya memang bisa merasakan chemistry-nya. Yaitu gaya bicara yang blak-blakan, straight to the point, piawai meninggikan lawan bicara, sedikit mendominasi pembicaraan, tegas dan membuat kalimat yang mengalir seperti stacatto. Selalu ada tanda seru di akhirnya! Menado yang benar-benar menado, adalah mereka yang proud akan dirinya sendiri, hanya selevel di bawah pongah. Mungkin itu sebabnya mereka selalu self confindence menggunakan pakaian ungu-ungu, merah-merah, putih-putih, tidak perduli cocok atau tidak dengan kulit dan bentuk badannya.
Ada beberapa topik menarik yang terlontar. Mengenai orang tua dan anaknya. Saya sebagai anak selalu berpikir dan menggali data dari teman-teman. Menurut kami yang seumur hidup baru menjadi anak, belum pernah jadi orang tua, pasti besar sekali keinginan orang tua terhadap anaknya. Ada yang mengarahkan anaknya yang baru berumur 3,5 tahun untuk bermain musik. Ada yang menganggap remeh pekerjaan asuransi yang dikerjakan anaknya. Ada yang ingin anaknya masuk jurusan yang aman saja, seperti manajemen contohnya.
Selalu ada saja keinginan itu, dan tentu saja turunannya seperti kelinci beranak. Itu menurut kami, sebagai anak. TAPI, rupanya sangat sederhana keinginan orang tua. Mau tahu? =)
- Tumbuh kembang tanpa sakit jiwa
- Mampu menolong diri sendiri
- Mampu menolong orang lain
Tuesday, January 09, 2007
a good night rest
Semua orang punya ritual sebelum tidur. Ada yang makan dan minum susu sebelum tidur biar cepat gemuk. Ada yang cuci kaki-tangan-gigi sebelum tidur. Ada yang nonton TV sebelum dan menuju tidur. Semua hal wajib itu memang dilakukan demi mencapai keamanan, ketentraman, dan kenyamanan istirahat dihiasi bunga-bunga tidur.
Kalau saya, mempunyai ritual cuci kaki, tangan, dan sikat gigi. Selesai bersih-bersih, naik ke tempat tidur sembari meraih dua charger hp dan menyiapkannya di sebelah bagian kepala. Kalau-kalau ada tanda tit tit, yang memberi sinyal bahwa krisis baterei dimulai. Tv selalu percuma di kamar saya, tidak pernah dipasang. Kalau sedang ada pantulan sinar matari pagi-pagi, paling banter buat sedikit ngaca. Mirip seperti acara tv dengan layar hitam putih, karna tidak memantulkan warna. Pasang ipod terkadang perlu, tapi sungguh saya sebenarnya tidak punya kesulitan tidur.
Nah, mungkin di awal tahun ini saya bisa mengurangi sedikit banyak kebiasaan buruk sebelum tidur. Dengan mematikan lampu, biar mata yang katanya paling responsif terhadap atmosfer ruangan, bisa memberi sinyal 'ayo istirahat..anggap saja ini musim dingin, dan kau beruangnya'. Lalu disikapi dengan membuang, atau menyingkirkan sejenak hal-hal yang mengganggu tidur nyenyak. Mungkin bisa dimulai malam ini.
Kalau saya, mempunyai ritual cuci kaki, tangan, dan sikat gigi. Selesai bersih-bersih, naik ke tempat tidur sembari meraih dua charger hp dan menyiapkannya di sebelah bagian kepala. Kalau-kalau ada tanda tit tit, yang memberi sinyal bahwa krisis baterei dimulai. Tv selalu percuma di kamar saya, tidak pernah dipasang. Kalau sedang ada pantulan sinar matari pagi-pagi, paling banter buat sedikit ngaca. Mirip seperti acara tv dengan layar hitam putih, karna tidak memantulkan warna. Pasang ipod terkadang perlu, tapi sungguh saya sebenarnya tidak punya kesulitan tidur.
Nah, mungkin di awal tahun ini saya bisa mengurangi sedikit banyak kebiasaan buruk sebelum tidur. Dengan mematikan lampu, biar mata yang katanya paling responsif terhadap atmosfer ruangan, bisa memberi sinyal 'ayo istirahat..anggap saja ini musim dingin, dan kau beruangnya'. Lalu disikapi dengan membuang, atau menyingkirkan sejenak hal-hal yang mengganggu tidur nyenyak. Mungkin bisa dimulai malam ini.
Monday, January 08, 2007
pasangan adalah main course
Makanan favorit pasti kuburu sampai manapun. Mau itu sop kambing Oong di BSD, es kopyor Sinar Garut di Pecenongan, atau ayam goreng menteganya Tokoyou (Bandung!). Tidak perduli tempatnya seramai dan sejorok apa, banyak lalat atau tidak, becek, dipinggir got, bau...rasa-rasanya toh makanan itu bisa dibungkus atau dibawa pulang. Alternatif lain ya dimakan di mobil. Yah, itu hanya tindakan non ekstrem dibandingkan tutup mata-hidung-telinga dan menikmati makanan di tempat.
Itulah saya dalam menghadapi cinta. Mau seluruh lingkungan tak setuju, berbau busuk dan menentang, ya saya tetap maju kalau saya cinta. Kalau saya tidak cinta, mau dikasih keluarga baru yang harmonis kayak gimana, istana bergelimangan harta, tetep aja tuh pasti tidak akan saya jalani. Pasangan yang saya pilih adalah main course. Fck with others.
Itulah saya dalam menghadapi cinta. Mau seluruh lingkungan tak setuju, berbau busuk dan menentang, ya saya tetap maju kalau saya cinta. Kalau saya tidak cinta, mau dikasih keluarga baru yang harmonis kayak gimana, istana bergelimangan harta, tetep aja tuh pasti tidak akan saya jalani. Pasangan yang saya pilih adalah main course. Fck with others.
Sunday, January 07, 2007
telegram
saya sangat lelah titik tapi belum ingin berhenti koma memang begini toh rasanya menyabarkan diri tanda tanya kasarnya gerinda yang jadi halus kelamaan diperlakukan seenaknya tanda tanya
Subscribe to:
Posts (Atom)